Sabtu, 13 April 2013

Supono, dan Hantu Sandal #HorrorSatnite

   Selamat malam kawan kawan. Horror satnite pertama ini akan menyajikan cerita ceriita horor yang (sedikit) menyeramkan dari berbagai orang yang terlibat, dan terjebak langsung di keadaan mainstream bersama hantu dan makhluk gaib lainya. Tentunya horror satnite akan selalu hadir menyerami Sabtu kelam anda dengan beberapa cerita mistis. Langsung saja, cerita pertama #HorrorSitenite dari Supono penjual Pepes Hiu di Bandung.
   Selamat malam, saya Supono, saya bekerja tetap sebagai penjuan Pepes Hiu di daerah Bojong Hangseur dan sekitarnya. Saya dan teman teman seperjuangan mulai menyebar sekitar jam Tujuh malam, kami selalu berjalan bergerombol agar tidak ada yang mencopet, atau memalak kami.
   Singkat cerita, pada malam jum'at pertama saya sebagai penjual Pepes hiu disekitaran sini terjadi menegangkan, ketika kamu berkeliaran di sekitar Komplek Kangkung Permai, awalnya saya dan satu teman bernama Jono aman aman saja, mampir di Pos satpam untuk sekedar menonton Program Pencarian bakat, Membeli rokok di Circle K, dan mampir untuk Paket malam di wanet, tapi pada jalan menuju pulang setelah selesai mengantarkan semua pesanan Pepes, kita berdua berada di bawah sebuah pohon toge Besar yang kelihatan menyeramkan, awalnya saya dan Jono tidak sadar kita sedang disana, tapi ada suara perempuan yang memanggil kami.

Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang... Mang pepes mang...
   Lima jam berlalu dia tetap menggil kita, mungkin dia berhenti juga gara gara kecapean saja. Barulah di situ kita menyadari bahwa kita sedang berada di bawah sebuah pohon rasaksa. Saya merasa sangat merinding karena sesekali melihat sekelebat banyangan putih melintas didepan kita, dan ingin lari sebelum saya kencing dicelana, tapi Jono tetap tegar menghadapi ini semua dengan berdoa. Sedangkan saya sudah tidak kuat lagi dengan ini.

Saya : Jon mendingan lari yuk.
Jono : Kalem cuy *bismilah* *bismilah* *bismilah*
Saya : Urang sudah teu kuat euy
Jono : Kalem cuy jangan panik *bismilah* *bismilah* *bismilah*
Saya : Itu ada kalangkang hideung besar pisan
Jono : Kalem weh cuy, urang lumpat ajah yu

   Saya dan Jono pun lari dengan penuh semangat 45 menuju asrama penjual Pepes dengan cepat, tapi...... sendal jepit Jono pegat dan tertinggal di bawah pohon tersebut, kami pun tidak ingin kembali kesana, jadi Jono pulang nyeker tanpa alas kaki.
   Keesokan harinya Saya dan Jono sengaja kembali ke pohon toge itu untuk mencari sendal jono, ternyata.... tidak ada. Setengah jam kita merokok di bawah pohon toge ada suara sebuah benda jatuh di belakan kami dan ternyata sendal Jono, kami berdua pun dengan cepat mengambil sendalnya, ternyata..... di sendal itu ada tulisan merah, yang bertuliskan...





















Yang bertuliskan...........





























Swallow...

   Sekian Cerita #HorrorSatnite pertama ini, semoga bisa menghibur akang akang dan teteh teteh yang sedang sendirian dikamar, ataupun sedang berduaan dengan pacarnya. Ingat... Jangan pernah baca Horror Satnite ditengah jalan, soalnya bisi ketabrak angkot. Terimakasih,